Mahasiswa Unpad Bikin Wisata Virtual Bandung Sambil Gaet UMKM

Wisata virtual berjudul "Napak Tilas Bandung Lautan Api" yang digelar pada 28 Agustus lalu menjadi karya perdana mereka.


0

Tim mahasiswa Universitas Padjadjaran menggarap wisata virtual seputar Bandung sambil menggaet pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk berpromosi. Mereka mengangkat tema wisata sejarah dan kuliner.

Kelompok mahasiswa pembuatnya tergabung dalam startup picknic.id. Menurut CEO Muhammad Maftuh Rizqi Rahardjo, tim inti melibatkan 30 orang mahasiswa dari berbagai jurusan dan mayoritas angkatan 2019.

Selain itu ada 45 sukarelawan yang ikut membantu. “Kami terpilih dari Pusat Inkubator Bisnis dan mendapat dana hibah dari Unpad,” kata Maftuh, Kamis, 9 September 2021.

Wisata virtual yang mereka buat bertujuan untuk mengobati rasa jenuh masyarakat. Dari survei kecil-kecilan, mereka menangkap sekitar 80 persen responden mengaku bosan selama masa pandemi Covid-19 karena tak bisa pergi berwisata.

“Target audiens kami masyarakat luas termasuk anak-anak dan pelajar,” ujar Maftuh.

Wisata virtual berjudul “Napak Tilas Bandung Lautan Api” yang digelar pada 28 Agustus lalu menjadi karya perdana mereka. Pesertanya mencapai 500 orang tanpa dipungut biaya. Bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, wisata virtual itu dipandu Jeanatasia Kurnia Sari, Putri Indonesia Jawa Barat 2020.

Agar lebih menarik, tim membuat wisata virtual itu dengan teknologi kamera 360° derajat sehingga peserta bisa leluasa melihat ke berbagai arah. Durasi wisata virtual seputar Bandung itu sekitar 45 menit.

Agendanya setelah plesir, peserta diajak mengenal produk buatan UMKM. Total ada 50 UMKM yang mereka ajak bergabung.

“Tapi tiap acara digilir 10-15 UMKM,” kata Maftuh. Jatah waktu promosi masing-masing selama 15 menit.

Pemilik UMKM bisa menyiapkan promosi produknya lewat tayangan video buatan sendiri atau secara langsung saat acara live streaming. Penyelenggara membebaskan kreativitas UMKM yang terdampak pandemi itu. Peserta wisata yang berminat membeli bisa melakukan transaksi secara daring.

Pada bulan ini, mereka merencanakan membuat webinar wisata sambil mengumpulkan bahan gambar dan data untuk wisata virtual berikutnya pada Oktober mendatang. Saat ini, kata Maftuh, ada dua pilihan tema yang disiapkan, yaitu terkait peristiwa bersejarah di Bandung dan tema tentang kuliner.

“Ke tempat-tempat makan khas dan jajanan yang ada di beberapa lokasi,” kata Maftuh.

Sejauh ini, mereka masih akan menggratiskan biaya wisata virtual. Adapun jika kelak harus berbayar, harganya ditargetkan tidak mahal, yaitu Rp 10 ribu per wisatawan.


Like it? Share with your friends!

0
innTeach

Sabar dan ikhlas akan menjadikan seseorang mulia dan terhormat di dunia sekalipun orang tersebut bukan apa-apa

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *