Museum AH Nasution, Peluru di Tembok Saksi Bisu Tragedi G30S

Museum Sasmitaloka AH Nasution, menjadi saksi bisu tragedi peristiwa G30S. Putrinya, Ade Irma Suryani pun tertembus peluru Tjakrabirawa saat itu.


0

Museum Sasmitaloka AH Nasution adalah salah satu museum bersejarah yang dimilki Indonesia. Dahulunya museum ini merupakan kediaman asli dari Jendral A. H. Nasution. Berlokasi di Jalan Teuku Umar No. 40, Menteng, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, museum ini dibuka untuk umum. Buka setiap hari Selasa – Minggu pukul 08.00 – 16.00 WIB, pengunjung tidak dikenai biaya sepeserpun untuk masuk ke dalam museum.

Dilansir dari asosiasimuseumindonesia.org dikediaman Jenderal Besar DR. Abdul Haris Nasution inilah yang menjadi saksi gugurnya Ade Irma Suryani Nasution, anak berusia 5 tahun yang merupakan putri kedua beliau. Bersama dengan Kapten Anumerta Pierre Tendean seorang ajudan, keduanya dibunuh oleh pasukan Tjakrabirawa G-30S/PKI. Mulanya, pasukan tersebut hendak menculik dan membunuh A. H. Nasution namun gagal. Peristiwa tragis tersebut terjadi pada tanggal 1 Oktober 1965.

Bersama keluarganya, ia sudah tinggal di rumah itu sejak 1949 saat menjabat sebagai KSAD sampai beliau wafat pada tanggal 6 Sepetember 2000. Kemudian pada tanggal 29 Juli 2008, keluarga AH Nasution berpindah rumah. Lalu rumah tersebut mulai direnovasi menjadi museum. Hingga pada hari Rabu, 3 Desember 2008, Museum Sasmitaloka AH Nasution telah sah diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Tanggal ini bertepatan dengan hari kelahiran Jenderal Besar DR. AH Nasution.

Melansir dari www.direktoripariwisata.id di tempat yang menjadi saksi bisu peristiwa G30S itu, pengunjung dapat melihat pemandangan yang mencerminkan seperti kejadian sebenarnya. Dengan patung yang dibuat menyerupai aslinya, semakin tergambar bagaimana peristiwa penculikan itu terjadi. Dilengkapi juga dengan perlengkapan lain milik Jendral AH Nasution seperti senjata, mobil, perabotan rumah dan barang-barang lain.

Dilansir dari encyclopedia.jakarta-tourism.go.id dengan luas 2.000 meter persegi, di Museum Sasmitaloka Jenderal Besar Dr. AH Nasution ini, pengunjung diajak untuk kembali mengingat tragedi di masa lalu. Di dalam museum, pengunjung disuguhi patung-patung yang menjadi replika kronologi penyerangan oleh pasukan Tjakrabirawa, di antaranya:

1. Patung Ade Irma yang mengendap-ngendap di luar kamar AH Nasution.

2. Patung saat AH Nasution kabur melompati tembok.

3. Lubang bekas tembakan di tembok dan meja yang dilingkari merah.

4. Patung parsukan Tjakrabirawa yang mengarahkan senjata ke arah Ibu Nas ketika beliau mengggendong Ade Irma yang sudah berlumuran darah di ruang makan.

5. Ada juga foto-foto, lukisan, boneka, tas kulit kecil dan tempat minum plastik milik Ade Irma.

6. Terdapat ruang Relik berisi pakaian yang dikenakan para korban saat diculik, serta hasil visum dari dokter.

7. Ada juga alat bantu pernapasan yang dikenakan tim evaluasi jenazah dari dalam sumur.

8. Ruang teater yang memutar rekaman bersejarah pengangkatan jenazah Pahlawan Revolusi hingga pemakaman ke Taman Makam Pahlawan Kalibata.

PUSPITA AMANDA SARI


Like it? Share with your friends!

0
innTeach

Sabar dan ikhlas akan menjadikan seseorang mulia dan terhormat di dunia sekalipun orang tersebut bukan apa-apa

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *